BI Bantuan Jepang untuk Making Indonesia 4.0 (IJBNet-29Juli2021)R1

BANTUAN JEPANG UNTUK MAKING INDONESIA 4.0

238 views
0 Likes
0 0

Share on Social Networks

Share Link

Use permanent link to share in social media

Share with a friend

Please login to send this document by email!

Embed in your website

Select page to start with

2. Artikel Opini di Bisnis Indonesia (draft - 29 Juli 2021) 2 IMS yang disesuaikan dengan keperluan industri di negara masing - masing. Penulis termasuk beruntung, meskipun ber paspor “negara dunia ketiga” yang saat itu mungkin menganggap industri 4.0 masih di atas awan , tetapi sempat menjadi peneliti IM S - Japan sampai pen elitian tahap ke - 1 berakhir. Saat itu saya ditunjuk mewakili perusahaan otomotif tempat saya bekerja setelah lulus S3 Teknik Manufaktur di Jepang . IMS - Japan sendiri beranggotaan para peneliti dan praktisi dari akademik dan industri terkemuka di Jepang , di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang (sekarang METI / Ministry of Economy, Trade and Industry) . P erusahaan anggota IMS selalu berupaya menaikkan level industri untuk menaikkan daya saing produk - produk yang di hasilkan , meskipun tidak semua dipublikasikan dan dibawa ke konsorsium IMS . Itu yang akhirnya bisa membuat industri 4.0 bisa berkembang dengan baik di Jepang , d an itu pula yang akan ditularkan ke Indonesia. Jepang sebenarnya juga memiliki kepenting an untuk meningkatkan level industri di Indonesia , k hususnya industri komponen otomotif tier - 2 kebawah . Di Jepang, industri jenis ini banyak yang masuk kategori industri kecil - menengah . Mereka memiliki teknologi dan produk - produk bagus yang diperlukan oleh tier di atasnya , tetapi mulai kekurangan SDM dan memerlukan mitra di luar negeri untuk menjaga kelangsungan produksi nya . Sudah ada beberapa di Indonesia yang digandeng untuk memasok tier di atasnya . Tetapi juga banyak yang belum berhasil meskipun sudah mengikuti business matching beberapa kali. Dengan mendidik SDM industri di Indonesia, Jepang berharap agar semakin banyak perusahaan di Indonesia yang bisa naik kelas dan menjadi mitra perusahaan Jepang. Ini bisa membuat banyak perusahaan kecil - menen gah Jepang untuk terus hidup dan berkembang. Para pakar dan praktisi yang menyusun dan mengajarkan Le MMI4.0 ke Indonesia adalah para senior yang tidak perlu diragukan kompetensi, pengalaman dan kontribusinya di industri manufaktur. Mereka kebanyakan para “alumni IMS - Japan” yang sudah pensiun sebagai guru besar di universitas atau direktur perusahaan ternama di Jepang . Mereka ingin membagikan kompetensi dan pengalamannya kepada SDM industri generasi berikutnya. Kalau Indonesia menjadi salah satu piliha nnya, itu hal yang patut kita syukuri. Saya bersama Tim IJBNet (Indonesia - Japan Business Network) yang ditunjuk sebagai k oordinator pelaksanaan program di Indonesia juga siap berkontribusi untuk itu. ***** * Ketua Umum IJBNet ( Indonesia - Japan Business Network ) dan Anggota Dewan Penasehat IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie). Mantan Peneliti IMS - Japan ( Intelligent Manufacturing System s ).

1. Artikel Opini di Bisnis Indonesia (draft - 29 Juli 2021) 1 BANTUAN JEPANG UNTUK MAKING INDONESIA 4.0 Ol eh: Suyoto Rais * Selasa 27 Juli 2021, ada acara virtual serah terima hibah seperangkat alat peraga Bottle Cup Line dari Jepang ke Indonesia dan pembukaan pelatihan yang diberi nama LeMMI4.0 (Lean Monozukuri for Making Indonesia 4.0 ) . P emerintah Jepang diwakili oleh Kenji Kanasugi, Duta Besar Jepang untuk RI . Sementara pemerintah Indonesia diwakili oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Me nteri Perindustrian RI, dan disaksikan Heri Akhmadi, Duta Besar RI untuk Jepang , para pakar, praktisi dan perwakilan penta - helix terkait. Alat peraga pertama telah dipasang di STMI Jakarta, dan alat peraga kedua akan dipasang di Gedung PIDI 4.0 (Pusat Inov asi Di g ital Industri) yang sedang dibangun Kemenperin . Materi pelatihan didesain untuk industri otomotif, tetapi juga bisa digunakan untuk pelatihan sektor industri lainnya dengan penyesuaian studi kasus seperlunya. Momen serah terima mesin peraga ini seka ligus membuktikan komitmen Jepang untuk membantu men gembangan SDM yang diharapkan menjadi pelopor pengembangan industri 4.0 di Indonesia . Pengembangan industri 4.0 di Indonesia mulai sering terdengar sejak “Making Indonesia 4.0” dirilis pemerintah pada bulan April 2018. T et api masih banyak pihak yang berpikir kalau pengembangan industri 4.0 itu lebih identik dengan pe makai an teknologi - teknologi pendukung seperti IoT, simulasi, robot, otomasi, AI , big data dan lain - lain. Dan belum tentu diikuti pemahaman yang cukup mengapa harus menggunakan teknologi - teknologi tersebut , apa indikator daya saing industri membaik, analisa cost - performance dan pertimbangan lain terkait p eningkatan daya saing industri . Pen ingkatan daya saing industri bisa dilihat d engan membaiknya S QCD ( safety, quality, cost, delivery ) dari produk yang dihasilkan di setiap melakukan perbaikan atau pengembangan . LeMMI4.0 yang disusun oleh para pakar dan praktisi Jepang ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai hal - hal tersebut , agar kita bisa memahami kondisi aktual industri saat ini dan meningkatkan level nya dengan tahapan - tahapan yang benar dan jelas kaitannya dengan kenaikan daya saing industri itu sendiri . Jepang sudah melakukan kajian mengembangkan industri 4.0 ini sejak l ama. Tahun 1989, Jepang yang pertama kali men cetuskan ide pembentukan konsorsium penelitian internasional IMS ( Intelligent Manufacturing Systems ) . P ada saat konsorsium penelitian IMS resmi dimulai tahun 1995, ada 4 negara yang bergabung , yaitu Amerika, Aus tralia, Kanada dan Jepang. Di tahun - tahun berikutnya, negara peserta terus bertambah , termasuk negara - negara Uni Eropa . P ada saat penelitian IMS Tahap ke - 1 berakhir tahun 2005, tercatat ada 32 negara yang bergabung untuk meng ikut i atau mengusulkan program - program penelitian

Tampilan

  • 238 Total Views
  • 185 Website Views
  • 53 Embedded Views

Tindakan

  • 0 Social Shares
  • 0 Likes
  • 0 Dislikes
  • 0 Comments

Share count

  • 0 Facebook
  • 0 Twitter
  • 0 LinkedIn
  • 0 Google+

Embeds 1

  • 7 www.ijb-net.org