Newsletter IJBNet

News letter IJBNet

195 views
0 Likes
0 0

Share on Social Networks

Share Link

Use permanent link to share in social media

Share with a friend

Please login to send this document by email!

Embed in your website

Select page to start with

4. Edisi 01 / 2021 04 GALERI IJBNET (Selasa, 27 Juli 2021), Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Pemerintah Jepang terus berkomitmen mendukung penuh Kemenperin RI dalam mengembangan SDM sektor Industri Otomotif. Bukti nyatanya adalah dengan hibah berupa 2 (dua) set alat peraga bottle cap dan seperangkat peralatan pendukung IT berbentuk Server dan Laptop dengan total sebanyak 50 unit. Kegiatan ini merupakan kolaborasi banyak pihak yaitu Ditjen ILMATE, Ditjen KPAII, Asosiasi Industri meliputi IAIPD, PIKKO, IOI GIAMM, TMMIN, Cikarang Technopark, ATMI Cikarang, Omron Manufacturing Indonesia (OMI) yang dikordinasikan oleh Indonesia Japan Business Network (IJBNet). #BS (Kamis, 5 Agustus 2021) Jababeka terus berbenah, berupaya agar kawasannya semakin menarik. Salah satunya adalah dilaunchingnya JEDI Hub (Jababeka E Commerce Digital Hub). Program ini membuat Jababeka terus mengikuti trend kawasan dunia. Selain itu Jababeka juga menggandeng IJBNet untuk bersama-sama mengembangkan kawasan halal di area mereka. Tentu dengan porsi masing-masing. Halal bukan hanya berkenaan dengan religi semata, tapi juga aspek lain seperti healty dan tentu juga bisnis yang menjanjikan di masa depan. Selain pengembangan kawasan halal, dukungan Jababeka terhadap IJBNet juga semakin nyata. Untuk kedua kalinya Jababeka mendukung penuh HUT IJBNet dengan memfasilitasi tempat juga dukungan IT kepada pengurus IJBNet untuk melakukan perayaan secara Online. Dan kali ini berpusat di President Executive Club (PEC) #BS IJBNet Ditunjuk Kemenperin RI Menjadi Koordinator Hibah Jepang IJBNet – Jababeka Bekerja Sama Pengembangan Kawasan Halal AGENDA IJBNET 1. Ketum diundang jadi Narsum di 49th International Cocotech Conferences & Exhibition (diselenggarakan oleh ICC dan akan dibuka Presiden Jokowi). Akan memberikan paparan mengenai Coconut Oil and Coconut Waste as Renewable Energy/ Fuel: Potential, Challenges and Strategies for Future Development. 2. Business matching (online) Indonesia-Jepang untuk bidang IT, Foods, Biomass dan Automotive: 13-28 Sep 2021 3. Oktober 2021: Peresmian Gedung PIDI 4.0 (Kemenperin), di mana IJBNet ditunjuk sebagai koordinator pemasangan alat peraga pendidikan Lean Monozukuri bantuan Jepang untuk Making Indonesia 4.0. 4. IJB Forum & Expo 2021, Makasar 11-14 November 2021, Ajang pameran bisnis terbesar Indonesia Jepang 2021. CATATAN REDAKSI B ermula dari keperihatinan akan hubungan Indonesia Jepang, terutama keminatan Jepang berinvestasi di Indonesia yang makin menurun, diinisiasi oleh Suyoto Rais, keprihatinan ini diseriuskan dalam bentuk diskusi dan kegiatan lain untuk membuat sebuah wadah yang bisa membantu kedua negara bersama-sama meningkatkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Diskusi yang makin intensif dilakukan oleh Suyoto Rais, Makmur Solahudin, Solihin, Salim Mustofa, Penta Kristriono dan Ismail Rahim. Mereka berdiskusi dan memikirkan kira-kira bentuk apa yang tepat dan cocok untuk mewadahi keprihatinan tersebut. Tidak Dari Diskusi Menuju Deklarasi sebatas diskusi dan wacana tapi juga bisa diwujudkan menjadi kerja nyata. 5 (Lima) dari “tim Enam” ini adalah alumnus Jepang, sehingga sedikit banyak mengerti dan hafal akan karakter maupun budaya Jepang, yang bisa menjadi modal awal untuk mendapatkan kepercayaan pihak Jepang. Kemudian tim ini bersepakat untuk mendirikan sebuah wadah yang fokus membantu kolaborasi bisnis Indonesia Jepang. Mangapa bidang bisnis yang dijadikan sebagai kegiatan utama? Karena mereka menilai bahwa kegiatan lain diluar bisnis sudah banyak dilakukan oleh organisasi lain yang terlebih dahulu ada. Dari diskusi kemudian dilanjuti dengan bersilaturahmi kepada sesama alumnus Jepang, para tokoh nasional kedua negara, sahabat lain pecinta Indonesia-Jepang yang mempunyai keinginan yang sama untuk membatu hubungan kedua negara agar bisa lebih erat lagi, lebih banyak investasi di Indonesia, alih teknologi maupun ekspor Import kedua negara sesuai kebutuhan di kedua negara tersebut. Dengan dukungan berbagai tokoh dimana para tokoh tersebut dikemudian hari bukan hanya mendukung sajak awal tapi juga ikut membantu dan memikirkan perkembangan organisasi. Maka kemudian lahirlah IJBNet (Indonesia Japan Business Network) pada tanggal 8 Agustus 2018 yang saat dideklarasikan mendapatkan banyak dukungan dari para tokoh, organisasi maupun instansi baik di Indonesia maupun Jepang. #BS

3. Edisi 01 / 2021 03 PROGRAM KERJA IJBNET A. Program Peningkatan Ekspor B. Program Pengembangan Produk untuk Ekspor C. Program Pengembangan SDM Industri, Pemanfaatan Teknologi dan Lainnya Syarat dan Ketentuan Mengikuti Aktivitas IJBNet: 1. Peminat mendaftarkan diri melalui Sekretariat IJBNet atau mengisi formulir online yang tersedia di website, bisa mengikuti aktivitas yang telah ada atau mengusulkan aktivitas baru yang sesuai Visi-Misi IJBNet. 2. Koordinator masing-masing aktivitas ditentukan melalui kesepakatan para peminat dan kontributor, dengan persetujuan Pengurus IJBNet. 3. Hal-hal lainnya akan ditentukan kemudian oleh Koordinator bersama para peminat dan kontributor aktivitas terkait. Program dan Daftar Aktivitas IJBNet per Agustus 2021 No PROGRAM PROGRES A1 Mendata/ upload produk mitra ke market place ekspor (aspenku.com) Mulai menerima pendaftaran produk A2 Promosi dan branding-up produk terpilih (makanan-minuman dan agro) Akan membuat manual terkait standar seleksi, skema kerjasama, bagi tugas dan bagi hasil. A3 Promosi dan branding-up produk terpilih (bioenergi) A4 Promosi dan branding-up produk terpilih (IT dan jasa lainnya) A5 Promosi dan branding-up produk terpilih (Otomotif dan lainnya) A6 Pelatihan, pendampingan dan asistensi ekspor lainnya Siap melayani permintaan A7 Business matching bidang IT, Food, Otomotif dan Biomasa (dengan SMRJ) Persiapan online bulan September 2021 A8 Business matching bidang lingkungan dan bioenergi (dengan K-RIP) Rencana Februari 2022 A9 IJB Forum & Expo di Makassar (11-14 Nov 2021) Mulai menerima pendaftaran peserta A10 IJB Expo di Bangka Belitung & Sumatera Selatan (April 2022) Menyusunan proposal A11 Membangun “Indonesia Distribution Center” di Jepang Mencari investor No PROGRAM PROGRES B1 Pengembangan bisnis bioavtur dari kelapa non-pangan di Bitung Persiapan pilot plant dan seleksi mitra B2 Pengembangan bisnis bioavtur dari kelapa non-pangan di Banjarmasin Pencarian mitra lokal dan investor B3 Pengembangan bisnis bioavtur dari kelapa non-pangan di Inhil Pencarian mitra lokal dan investor B4 Pengembangan bisnis bioavtur dari kelapa non-pangan di wilayah lainnya Pencarian mitra lokal dan investor B5 Budidaya dan pengolahan sayur menjadi “vegetable sheet” di Lombok Persiapan FS ke lokasi potensial B6 Upgrade produk ayam dan ikan olahan agar bisa masuk ke Jepang Menunggu persetujuan Buyer B7 Pengolahan “IMO KENPI (fried sweet potato stick) dan snak lainnya Pencarian mitra produsen/ eksportir B8 Pengolahan kelapa muda, durian dll. agar bisa diterima di pasar Jepang Pencarian mitra produsen/ eksportir B9 Budidaya dan pengolahan porang agar bisa ekspor ke Jepang Ekspor chips --> tepung glokamanan B10 Budidaya dan pengolahan mangga dan buah lainnya untuk pasar Jepang Pencarian mitra produsen/ eksportir B11 Budidaya dan pengolahan produk bunga, sayur dan hortikultural lainnya Pencarian mitra produsen/ eksportir B12 Pengembangan pelet kayu di Papua Barat Kayu siap dipanen dan persiapan BP B13 Pengembangan pelet kayu di Bangka Belitung FS selesai dan pencarian mitra B14 Pengembangan pelet kayu di Banten Pencarian mitra dan investor B15 Pengembangan pelet EFB dan biomasa lainnya Pencarian investor dan mitra No PROGRAM PROGRES C1 Membantu pelaksanaan program pendidikan industri 4.0 Mulai training bulan Juli 2021 C2 Asesmen INDI 4.0 dan level-up industri 4.0 Diskusi dengan calon mitra & klien C3 Penyiapan SDM untuk membantu kekurangan tenaga kerja di Jepang Diskusi dengan calon mitra C4 Kuliah khusus mengenai Jepang di Indonesia (atau sebaliknya) Pemilihan mitra akademik C5 Pemanfaatan solusi anti longsor dari Jepang “TUPRO” Sudah siap produksi dan pasang C6 Pemanfaatan slurry ice machine untuk menjaga kesegaran ikan Sudah siap produksi dan pasang C7 Pemanfaatan sistem monitor kapal “Pointrek” dan fish finder Sudah siap produksi dan pasang C8 Pengolahan abu batubara menjadi material konstruksi Mencari pilot project di Indonesia C9 Pengolahan sampah organik dengan sistem firolisis Mencari pilot project di Indonesia C10 Pengolahan air limbah dan air laut menjadi air minum Mencari pilot project di Indonesia C11 Komersialisasi teknologi aplikatif dari Jepang dan lainnya (K-RIP, SMRJ dll.) Pendataan dan pencarian project C12 Komersialisasi teknologi aplikatif dari Indonesia (BRIN, RISPRO dll.) Pendataan dan pencarian project C13 Asistensi investasi Jepang ke Indonesia (atau sebaliknya) Siap menerima pendaftaran peminat C14 Pengembangan kerjasama sister-province/ city, sister-campus dan lainnya Siap menerima pendaftaran peminat

1. news letter Edisi 01/2021 T anggal 25 Juni 2021 lalu, Pemerintah Jepang mengumumkan jumlah penduduk Jepang terbaru hasil sensus lima tahunan yang diadakan pada tahun 2020. Menurutnya, jumlah penduduk di Jepang saat ini 126.227.000 jiwa. Dibanding hasil sensus sebelumnya di tahun 2015, jumlah tersebut menurun sebanyak 868,000 jiwa, hal yang pertama kali terjadi sejak sensus penduduk Jepang diadakan. Dari total penduduk yang ada, manula (manusia lanjut usia) yang berusia 65 tahun ke atas sekitar 28,4%, ini prosentasi tertinggi di dunia. Mereka mulai kekurangan tenaga kerja produktif sehingga menerima pekerja magang sejak tahun 1993, dan mulai April 2019 diperbanyak lagi dengan mendatangkan tenaga kerja SSW ( specified skilled worker ), termasuk tenaga perawat ( caregiver ) untuk membantu para manula ini. Jepang mengklaim kekurangan tenaga kerja sekitar 1,5 juta orang sampai dengan tahun 2024. Dengan bertambahnya populasi manula ini, Jepang juga mulai kekurangan panti jompo. Harapan hidup rata-rata di Jepang saat ini 87 tahun untuk wanita dan 81 tahun untuk pria, termasuk yang tertinggi di dunia. Untuk mengatasi kekurangan panti jompo di Jepang, Jepang sudah memulai “ program senior living ” ke luar negeri. Malaysia menjadi negara tujuan yang difavoritkan saat ini, disusul Thailand, Hawai, Filipina dan Australia. Jepang juga sangat menggantungkan pasokan makanan-minuman, aparel dan energi dari luar negeri. Bahkan akhir-akhir ini komponen-komponen manufaktur untuk otomotif, elektronik, komputer, alat komunikasi dan alat kesehatan juga mulai banyak diimpor dari luar negeri selama mutunya bisa masuk standar Jepang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sepanjang tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19, Jepang harus belanja senilai 155,5 Triliun Yen (sekitar Rp20.470 Triliun), di mana pemasok utamanya adalah Cina (21,3%) dan Amerika (15,4%). Indonesia hanya memasok sekitar 1,3%, di atasnya ada Malaysia (1,4%), Vietnam (2,7%) dan Thailand (3,9%). Dari masalah dan kebutuhan Jepang di atas, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilihat oleh Indonesia sebagai peluang untuk meraih devisa. Pertama , memasok tenaga kerja pemagang dan SSW. Kedua , memasok kebutuhan komoditas yang diperlukan Jepang. Ketiga , menggandeng perusahaan Jepang agar bisa “naik kelas” dan memasok komponen- Raup Devisa dari Jepang (Dasar Aktivitas IJBNet ke Depan)* SEKILAS IJBNET IJBNet diresmikan di Jakarta pada 8 Agustus 2018 oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI saat itu. PROGRAM KERJA IJBNET Anda berminat berkolaborasi dengan program dan aktivitas IJBNet? Baca tuntas di sini. GALERI IJBNET Kiprah IJBNet sebagai koordinator hibah Jepang di Kemenperin RI dalam rangka peningkatan SDM 4.0 O2 03 04 LAPORAN UTAMA SUSUNAN PENGURUS Oleh: Suyoto Rais, Ketua Umum IJBNet (Indonesia-Japan Business Network) DEWAN PENGURUS PUSAT 2021 Ketua Umum Suyoto Rais Wakil Ketua Umum Udhoro K. Anggoro (Kerjasama Antar Lembaga) , F. Reza Muhammad ( Pengembangan Ekspor) , Nursyamsu Mahyuddin (Pengembangan Produk) , Rahid Pambengkas (Pengembangan Produk) , Eko Fajar Nurprasetyo (Pengembangan Teknologi) , Tris Sudarto (Pengembangan SDM) , Supandi Syarwan (Pengembangan Standar Industri) , M. Gunther Gemparalam (Potensi Daerah Lainnya) Sekretaris Jenderal Salim Mustofa Wakil Sekretaris Jenderal Ismail Rahim, Sonia Adriaty, Theresia Ningsi Astutia Bendahara Umum Makmur Solahudin Wakil Bendahara Umum Penta Junianto Kistriono, Fransisca Aditya Christie, Iin Budianto Direktur Eksekutif Solihin DEWAN PENGURUS DAERAH DPD Jawa Timur Ketua: Ridwan Sumadi DPD Jawa Barat Ketua: Andhitiawarman Nugraha DPD Sumatera Utara Ketua: Parlindungan Purba DPD Sulawesi Utara Ketua: Dedie Tooy DEWAN PENGURUS JEPANG Pembina: Heri Akhmadi (Duta Besar RI untuk Jepang) Penasehat (urut abjad): Eiji Ohyano, Fumio Kojima, Gaku Hattori, Kenichi Kuroda, Masahiro Nakamura, Masaki Tani, Nobuyuki Yamaji, Tomoko Masuda, Yasunobu Shiraishi, Yasushi Konno, Yoshihiro Kobi, Yuji Hamada Ketua: Bambang Rudyanto Anggota: Ai Matsushita, Albertus Prasetyo Heru Nugroho, Asaka Shiratsuchi, Daisuke Aso, Fumihito Yoshitsugu, Ivan Setiawan, Kenichi Okada, Osamu Hironiwa, Satoru Nakamura, Teguh Wahyudi IJBNET NEWS LETTER Penerbit: Indonesia Japan Business Network (IJBNet), Pemimpin Redaksi: Makmur Solahudin, Pelaksana Redaksi: Solihin , Konsultan Media: Azrina Komunika, Alamat Redaksi: Sekretariat IJBNet Pusat Lantai 6 Gedung PDII – LIPI Jl. Jenderal Gatot Subroto No.10 Karet Semanggi, Jakarta 12930, Indonesia. WA: +62-813-1434-3355; Email: info@ijb-net.org; Website: www.ijb-net.org Pengurus IJBNet rutin ikut mempromosikan produk-produk Indonesia di Jepang. Redaksi menerima tulisan terkait hubungan bisnis indonesia jepang. Tulisan maksimal 4000 karakter, email ke:info@ijb-net.org

2. Edisi 01 / 2021 02 LAPORAN UTAMA komponen manufaktur yang memerlukan standar mutu tinggi. Tentu harus bersaing dengan banyak negara lainnya. Untuk memasok tenaga kerja, Indonesia harus bersaing dengan Vietnam dan Cina. Dari total pemilik visa pemagang dan SSW saat ini yang berjumlah 424,989 orang (Maret 2021), Indonesia memasok hanya sekitar 37.463 orang (8,8%), sementara Vietnam 233.648 orang (55%) dan Cina 75.210 orang (17,7%). Menurut beberapa survei di Jepang, tenaga kerja asal Indonesia yang relatif penurut, telaten, dan rajin sebenarnya lebih disukai dibanding tenaga kerja dari Vietnam dan Cina. Sebagai pemasok kebutuhan Jepang, meskipun saat ini tidak lagi masuk ke dalam 10 besar, Indonesia masih punya harapan untuk naik peringkat karena kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan tenaga kerja produktif yang jumlahnya lebih dari cukup. Indonesia sebenarnya juga pernah berjaya di tahun 90-an. Saat itu Indonesia menjadi negara pemasok terbanyak di Jepang, hanya kalah oleh Amerika. Di dalam mencari mitra perusahaan Jepang yang ingin berekspansi ke luar negeri, saat ini yang tersisa kebanyakan perusahaan kecil-menengah. Mereka biasanya punya produk dan teknologi bagus, tetapi tidak memiliki kemampuan finansial dan SDM yang cukup. Di sini pemerintah Jepang banyak membantu melalui instansi-instansi resminya, dan juga lembaga-lembaga think-tank swasta Jepang. Jepang memiliki bayak pilihan destinasi. Menurut hasil survei tahun 2020 yang dilakukan oleh JIBC ( Japan Bank for International Cooperation ), negara yang paling diminati saat ini adalah Cina, India, Thailand, Vietnam, Amerika, baru kemudian Indonesia di posisi ke-6. Menurut survei yang sama, pada tahun 2013 Indonesia pernah bertengger di posisi paling atas. Menurut hemat saya, kata kunci agar bisa bersaing memperebutkan peluang- peluang di atas adalah semua insan Indonesia harus bisa saling bersinergi dan berkontribusi untuk memperbanyak kerjasama bisnis dengan Jepang di segala level. Dan kita jelas-jelas kekurangan instansi/ organisasi yang bisa melakukan hal itu. Jepang memiliki instansi yang didukung penuh oleh pemerintah dan pihak-pihak lainnya seperti JICA, JETRO, SMRJ, K-RIP, AOTS, dan lainnya. Perusahaan-perusahaan besar Jepang juga memiliki lembaga think tank swasta yang profesional untuk itu. Mereka bisa membantu memberikan solusi atas masalah di negara-negara tujuan, dan juga lihai mendatangkan banyak keuntungan bagi Jepang, termasuk mencari solusi atas masalah-masalah besar yang dihadapinya. IJBNet (Indonesia-Japan Business Network) yang kami dirikan secara gotong-royong dan diresmikan oleh Menteri Airlangga Hartarto pada tanggal 8 Agustus 2018 yang lalu barangkali salah satu alternatifnya. Memasuki usia ke-3, aktivitas-aktivitasnya mulai membawa hasil untuk meningkatkan kerjasama bisnis yang saling menguntungkan kedua negara, dan mulai dipercaya banyak instansi resmi dan pihak swasta Jepang. Tetapi masih sedikit yang memahami, kalau kami hanya organisasi nirlaba yang beraktivitas dengan cara patungan para pengurus dan bekal semangat tinggi saja. Semoga ke depannya kami bisa berkontribusi lebih baik lagi untuk membuat peluang-peluang di atas menjadi sesuatu yang bermanfaat riil bagi Indonesia dan Jepang. * Tulisan ini dimuat juga di harian nasional Bisnis Indonesia (5/8/2021). SEKILAS IJBNET U ntuk meningkatkan kerjasama bisnis Indonesia-Jepang, IJBNet diresmikan di Jakarta pada 8 Agustus 2018 oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian (sekarang Menko Perekonomian RI) yang sekaligus berkenan menjadi Pembina IJBNet. Saat dideklarasikan hadir Dubes Jepang (Mr. Masafumi Ishii), Rachmat Gobel, Soebronto Laras, Sanny Iskandar, M. Syafii Antonio, Haris Munandar N., perwakilan asosiasi pengusaha, para sahabat Jepang pencinta Indonesia, akademisi dan undangan lainnya. Gemanya mulai meluas ke seluruh Indonesia dan Jepang. Sejak itu IJBNet mulai melakukan aktivitas riil yang bermanfaat dan saling menguntungkan bagi kedua negara. VISI: Menjadi organisasi terpercaya untuk membantu kolaborasi Indonesia- Jepang. MISI: Memperbanyak kolaborasi bisnis Indonesia - Jepang yang saling menguntungkan untuk membantu meningkatkan perekonomian kedua negara. Program IJBNet A. Program Peningkatan Ekspor Program ini ditujukan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Jepang, dimulai dari seleksi/ pendataan produk- produk potensial yang siap dipasarkan, branding-up/ promosi dan aktivitas terkait pemasarannya di Jepang. B. Program Pengembangan Produk Untuk Ekspor Program ini ditujukan untuk membantu pengembangan produk-produk Indonesia agar bisa diekspor ke Jepang. Produk- produk dikembangkan agar mampu memenuhi standar mutu, harga dan permintaan pasar Jepang/ global lainnya. C. Program Pengembangan SDM Industri, Pemanfaatan Teknologi dan Lainnya Program ini ditujukan untuk membantu pengembangan SDM (sumber daya manusia) dan SDA (sumber daya alam) selain program sebelumnya, termasuk mengenalkan dan memanfaatkan teknologi aplikatif, memperbanyak sister-city, sister- campus dan kerjasama lainnya. Aktivitas kerjasama bisnis di masing- masing program melibatkan para pakar, praktisi dan peminat di Indonesia dan Jepang, dan progresnya akan diupdate berkala di www. ijb-net.org. Penyusunan masing-masing aktivitas kerjasama bisnis dilandasi oleh masalah dan potensi kedua negara, sebagaimana tulisan Ketua Umum IJBNet di Bisnis Indonesia 5 Agustus 2021: https://ekonomi.bisnis.com/ read/20210805/9/1426182/raup-devisa-dari- jepang. Ketua Dewan Pembina: Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI) Anggota Dewan Pembina ( urut abjad ): 1. Dahlan Iskan (Chairman Jawa Pos Group & Tokoh Media) 2. Ginandjar Kartasasmita (Tokoh Persahabatan Indonesia – Jepang) 3. Laksana Tri Handoko (Kepala BRIN/ Badan Riset dan Inovasi Nasional) 4. Rachmat Gobel (Wakil Ketua DPR & Ketua Umum PPIJ/ PERSADA) 5. Wardiman Djojonegoro (Pengurus The Habibie Center & Tokoh Pendidikan) Ketua Dewan Penasehat: Sanny Iskandar (Ketua Umum HKI, KADIN-APINDO) Anggota: 1. Agus Haryono (LIPI) 2. Ari Kuncoro (UI) 3. Arif Satria (IPB) 4. Arus Gunawan (BPSDMI) 5. Hammam Riza (BPPT) 6. Hyanto Wihadhi (Jababeka) 7. Muhammad Syafii Antonio (Tazkia) 8. Prijono Sugiharto (Astra) 9. Soebronto Laras (Indomobil) 10. Warih Andang Tjahjono (TMMIN)

Tampilan

  • 195 Total Views
  • 150 Website Views
  • 45 Embedded Views

Tindakan

  • 0 Social Shares
  • 0 Likes
  • 0 Dislikes
  • 0 Comments

Share count

  • 0 Facebook
  • 0 Twitter
  • 0 LinkedIn
  • 0 Google+

Embeds 1

  • 5 www.ijb-net.org